Movie

Review Film Keluarga Cemara: Saatnya Semua Orang Kembali ke Keluarga

Indoreviewer.id – Bagi anak generasi 90-an, tentu sudah tidak asing dengan sinetron keluarga berjudul “Keluarga Cemara”. Sinetron yang sangat hits di tahun 90-an hingga awal 2000-an ini mengangkat kehidupan sebuah keluarga kecil yang terdiri dari abah, emak, Euis, Ara, dan Ragil.

Keluarga Abah bukanlah keluarga dengan harta melimpah. Hari-hari keluarga ini selalu sulit, tetapi selalu bisa dilalui dengan senyuman. Tema keluarga yang dekat dengan kehidupan sehari-hari membuat sinetron “Keluarga Cemara” begitu populer dan digemari.

Bayangkan saja, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa bisa menikmati sinetron ini. Tentu sangat berbeda dengan sinetron zaman sekarang bukan?

Kesuksesan sinetron “Keluarga Cemara” coba diulang kembali di era milenial ini. Film Keluarga Cemara resmi rilis tanggal 3 Januari 2019 lalu dan mampu meraup banyak penonton.

Film yang disutradarai Yandy Laurens ini tercatat sebagai film Indonesia pertama yang berhasil meraup satu juta penonton pada tahun 2019. Bagaimana keseruan film yang dibintangi Ringgo Agus Rahman, Nirina Zubir, Zara JKT 48, dan Widuri Putri ini?

Review Film Keluarga Cemara: 5 Hal Menarik dari Film Ini

1. Semua yang Ada di Dunia Hanyalah Titipan Tuhan

review film keluarga cemara
Review Film Keluarga Cemara – Hidup ini hanyalah titipan semata

Film ini menjadi prekuel kisah sinetron “Keluarga Cemara”. Film “Keluarga Cemara” mengisahkan awal mula bagaimana keluarga abah bisa jatuh miskin.

Kebangkrutan menjadi titik awal di mana kehidupan abah (Ringgo Agus Rahman), emak (Nirina Zubir), Euis (Zara JKT 48), dan Ara (Widuri Putri) bisa berubah.

Melalui fim ini, kita diingatkan untuk tidak menggantungkan kehidupan hanya pada harta dan kekayaan. Hal-hal tersebut hanyalah titipan Tuhan yang sewaktu-waktu bisa diambil kapan saja.

2. Sosok “Superman” Bernama Abah

review film keluarga cemara
Abah – Superman asli Indonesia di Film Keluarga Cemara

Film “Keluarga Cemara” mengangkat tokoh Abah sebagai sosok yang harus tetap tegar dan kuat di tengah badai dalam keluarga. Bayangkan saja, abah harus tetap optimis meski kondisi menghimpit. Bahkan, dia tetap berusaha menjadi ayah yang baik bagi anak-anaknya.

Baca juga: Review Film Sundul Gan: The Kaskus Story

Ringgo Agus Rahman begitu apik memerankan tokoh “superman” di keluarga kecil ini. Beberapa scene di film “Keluarga Cemara” menunjukkan peran Abah yang menjadi kebanggaan Euis dan Ara.

Review film Keluarga Cemara versi Indoreviewer.id

3. Segala Kesulitan Dapat Dilalui dengan Rasa Bahagia

review film keluarga cemara 2019
Bahagia itu mudah!

Salah satu tokoh di film ini yang begitu menarik perhatian adalah Ara. Adik dari Euis ini tampaknya tidak sedikit pun merasa kebahagiaannya terambil pasca keluarganya bangkrut. Dia tetap ceria sebagaimana Ara sebelumnya.

Kepolosan Ara membuatnya mudah bahagia. Berkat Ara, keluarga kecil Abah selalu memiliki harapan untuk tetap bertahan hidup.

Dari sosok Ara, kita bisa belajar untuk selalu bersyukur dalam segala keadaan, termasuk saat dalam kesulitan.

Karena sejatinya, kebahagiaan itu memang mudah dicapai – Review Film Keluarga Cemara 2019

4. Hidup Memang Susah, Tetapi Tidak Ada Alasan untuk Menyerah

salah satu scene dalam film keluarga cemara
Jangan Menyerah! Belajarlah dari Keluarga Cemara

Pasca bangkrut, kehidupan abah, emak, Euis, dan Ara tentu tidak mudah. Abah harus rela bekerja banting tulang lebih keras daripada sebelumnya. Emak pun harus membantu perekonomian keluarga dengan dibantu Euis.

Sementara Ara menjadi anggota keluarga yang seolah-olah harus tetap menjaga kebahagiaan keluarganya dengan sikap polosnya.

Perjuangan keluarga abah dalam film “Keluarga Cemara” mengingatkan kita untuk tidak mudah menyerah.

Mungkin ada kalanya kamu merasa hidup benar-benar tidak adil. Namun, menyerah bukanlah alasan yang tepat untuk berhenti.

5. Saatnya Kembali ke Keluarga Sebagai Sumber Kebahagiaan Paling Hakiki

harta yang paling berharga adalah keluarga nilai dari film keluarga cemara
Harta yang paling berharga adalah KELUARGA – Review Film Keluarga Cemara

Dalam film “Keluarga Cemara” ini, Ara menuturkan bahwa dia lebih bahagia saat keluarganya mulai bangkrut. Kenapa? Bagi Ara, momen bisa makan bersama dan lebih banyak berkumpul dengan keluarga jauh lebih berharga daripada harta kekayaan yang dulu mereka miliki.

Di zaman yang serba modern ini, pentingnya nilai-nilai luhur dalam keluarga seolah mulai terlupakan. Film “Keluarga Cemara” mengingatkan kita untuk memulai kembali hubungan harmonis dengan keluarga.

Ajaibnya, film ini memang benar-benar membawa banyak keluarga Indonesia bersama-sama ke bioskop untuk menontonnya.

Baca juga: Review Film A Man Called Ahok

Film yang Komplit, Mulai dari Segi Cerita hingga Akting Para Pemainnya

para pemain di film keluarga cemara
Pemain di Film Keluarga Cemara

Menonton film “Keluarga Cemara” rasanya seperti dimanjakan oleh sesuatu yang benar-benar menghibur. Penonton dibuat benar-benar tertawa ketika guyonan khas Ara muncul.

Di sisi lain, penonton harus rela meneteskan air mata berkali-kali ketika adegan-adegan antara abah, emak, Euis, dan Ara begitu menguras emosi.

Ceritanya pun tidak melulu sedih dan pastinya realistis. Di akhir cerita, penonton banyak yang mengeluh “yah, kok udahan sih”. Mungkin film ini benar-benar sangat layak untuk dinikmati ya!

Indoreviewer kasih 4.2 dari 5.0 untuk film “Keluarga Cemara”. Totalitas akting para pemainnya memang bisa diacungi jempol. Di IMDB sendiri, nilai sampai sekarang untuk film ini di 8.2 dari 10.

Kalau kamu sendiri, hal berkesan apa yang kamu dapat dari film ini?

Review Film Keluarga Cemara - Film Wajib Tonton
  • Alur Cerita
  • Akting Pemain
  • Penyutradaraan
4.2

Leave a Reply